Nama : Januar Yogya Widodo
NIM : 153050055
Kelas : C
DAMPAK PENGGUNAAN TEKNOLOGI 3G
Dewasa ini dunia telekomunikasi telah menemukan inovasi baru setelah 2,5 G yang dikenal dengan nama 3G. 3G (Third Generation) adalah teknologi komunikasi dimana kita bukan hanya berkomunikasi lewat HP dengan suara tapi juga dapat bertatapan langsung dengan lawan bicara kita. Teknologi telepon seluler generasi ketiga ini mengandalkan fitur high-speed data access yang memungkinkan tersedianya layanan-layanan data yang lebih menarik. Teknologi ini memungkinkan proses komunikasi yang sebelumnya hanya dengan suara, kini dapat melalui video sehingga proses komunikasi dapat menjadi lebih baik. Selain itu, dengan kecepatan data yang tinggi, maka teknologi ini juga dapat menawarkan layanan-layanan hiburan yang dapat dinikmati oleh pengguna melalui ponselnya. Karena harga ponsel 3G yang tidak murah, maka sebelum menentukan untuk membeli ponsel 3G kita harus dapat melihat faktor manfaat yang akan didapat. 3G memang dekat dengan lifestyle. Dengan menggunakan 3G, maka kita dapat terlihat lebih modis di kalangan masyarakat. Akan tetapi ada baiknya jika 3G bermanfaat untuk penggunanya.
Awal mula munculnya 3G yaitu dengan dimulainya teknologi seperti 1G, 2G, 2,5G. Teknologi awal komunikasi yaitu munculnya 1G dan sering sekali dianggap sebagai tekonologi analog. Setelah itu muncul 2G. Kelebihan 2G dibanding 1G selain layanan yang lebih baik, dari segi kapasitas juga lebih besar. Setelah 2G, lahirlah generasi 2,5 G yang merupakan versi lebih baik dari generasi kedua. Generasi 2,5 ini mempunyai kemampuan transfer data yang lebih cepat. Yang terkenal dari generasi ini adalah GPRS (General Packet Radio Service) dan EDGE. Karena teknologi yang semakin canggih, maka muncul 3G. Kehadiran teknologi telepon selular generasi ketiga (3G) memberi peluang untuk mewujudkan impian-impian masa lalu terkait cara berkomunikasi. Kita sebelumnya mungkin belum pernah membayangkan dapat berkomunikasi dengan seseorang yang terpisah jarak namun bisa merasakan seakan-akan dia hadir dekat dengan kita. Hal itu bisa terasa karena selain bisa mendengar suaranya juga bisa melihat wajah lawan bicara di layar ponsel. Di Indonesia sendiri, tekonolgi 3G masuk terlambat. Sekarang ini negara-negara Barat bahkan sudah menggunakan 4G. Masyarakat di Indonesia baru sedikit yang tertatrik menggunakan 3G. Hal itu dikarenakan karena mahalnya ponsel seri 3G dan sedikitnya informasi mengenai penggunaannya. Terlepas dari sisi biaya yang belum diketahui besarnya dan berbagai aspek kesiapan masyarakat dalam implementasi layanan 3G, kemampuan yang dimiliki teknologi ini tentunya diharapkan mampu memberikan lebih banyak kemudahan dan efektivitas untuk berbagai sisi kehidupan masyarakat Indonesia.
Dampak positif dari teknologi 3G antara lain kita dapat menikmati komunikasi jarak jauh seakan-akan sedang bertatap muka. Dengan 3G, kita juga dapat dengan cepat mengakses internet maupun acara televisi dimanapun dan kapanpun. Artinya kita dapat memperoleh berbagai informasi dengan cepat karena teknologi telepon selular generasi ketiga (3G) yang mampu mentransfer suara, data dan gambar dalam kecepatan tinggi, hingga 2 Mbps (megabyte per second). Kemampuan yang dimiliki teknologi ini tentunya diharapkan mampu memberikan lebih banyak kemudahan dan efektivitas untuk berbagai sisi kehidupan masyarakat.Dengan adanya 3G juga dapat digunakan dibidang pendidikan karena dapat memberi alternatif solusi permasalahan akses ke sumber informasi ini. Contohnya, buku dikemas secara digital dan didistribusikan lewat content provider. Bagi dunia akademis maupun sekolah, kehadiran teknologi 3G berpotensi juga menimbulkan dampak negatif. Bila tidak diantisipasi, para siswa yang selama ini gemar menyontek dengan memanfaatkan fasilitas sms, boleh jadi di masa depan cukup memperlihatkan lembar jawaban kepada temannya via kamera handset 3G. Untuk dunia hiburan, kehadiran 3G memungkinkan untuk melakukan download file-file audio/video on demand, dan juga memungkinkan para penggunanya untuk menikmati radio streaming maupun mobile TV, termasuk sinetron. Kendati begitu, kehadiran 3G juga berpotensi memberikan ekses negatif terhadap gaya hidup, terutama bagi masyarakat perkotaan, misalnya untuk bisnis prostitusi.